Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Benarkah Sinar Matahari Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasannya

infogambar.com - Sinar matahari (ultraviolet) telah digunakan untuk membunuh virus sejak lama. Namun apakah sinar matahari juga efektif membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19?


Jawaban singkatnya adalah ya. Namun, butuh jenis dan dosis sinar matahari yang benar agar efektif membunuh virus penyebab pandemi tersebut.

Radiasi ultraviolet dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan panjang gelombangnya, yaitu UVA, UVB, dan UVC.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa hampir semua jenis sinar matahari yang ada di Bumi termasuk dalam UVA, karena mayoritas UVB dan UVC terserap oleh lapisan ozon terlebih dahulu.

Adalah UVC, yang memiliki panjang gelombang paling pendek serta energi paling besar, yang bisa digunakan sebagai disinfektan.

“UVC telah digunakan selama bertahun-tahun, ini bukan hal baru,” tutur ahli fisika di Henry Ford Hospital, Detroit, Indermeet Kohli seperti dikutip dariLive Science, Senin (13/7/2020).

UVC dengan panjang gelombang spesifik 254 nanometer (UVC-254) terbukti ampuh membunuh virus flu H1N1 serta beberapa jenis virus corona seperti SARS-CoV dan MERS-CoV.

UVC-254 ampuh sebagai disinfektan karena membuat ‘luka’ pada DNA dan RNA. Hal itu membuat virus tidak bisa bereplika, sekaligus membuat virus tersebut ‘cacat’ dan mati.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Namun, Anda tidak sembarangan bisa menggunakan UVC untuk membunuh virus SARS-CoV-2. Sangat penting untuk menggunakannya secara akurat. UVC juga sangat berbahaya jika terdapat kontak pada kulit dan mata manusia.

Oleh karena itu, Kohlie menyebutkan teknologi disinfektan menggunakan UVC harus dilakukan oleh fasilitas medis dengan alasan kesehatan. Akurasi pemakaian seperti ini yang tidak memungkinkan dilakukan sendiri di rumah.

Kohli dan beberapa ilmuwan lain tengah bekerja untuk membuat disinfektan untuk Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker wajah dan respirator N95. Untuk sementara ini, Kohlie menyarankan rumah sakit dan fasilitas kesehatan agar menggunakan peralatan UVC untuk disinfeksi APD.