Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bocah 1,5 Tahun Tewas Usai Tes Swab Covid-19, Alatnya Patah dan Tersangkut di Hidung

infogambar.com - Seorang balita di Shaqra, Arab Saudi, A (1), meninggal dunia usai ikut rangkaian tes Covid-19.

Bocah yang namanya sengaja disembunyikan ini, tewas usai ikut tes Covid-19 di Rumah Sakit Umum Shaqra, dikutip dari media setempat Al Arabiya pada Selasa 14 Juli 2020.


Awalnya, balita yang baru berumur satu setengah tahun itu dibawa ke rumah sakit oleh keluarga lantaran suhu tubuhnya yang mendadak tinggi.

Sebagai prosedur, sang anak pun dimiinta mengikuti rangkaian tes Covid-10, guna mengecek apakah korban membawa virus corona atau tidak.

Jangan remehkan ini! 80% penderita bagikan gejala uatama terserang jamur kuku ini

Ini dia penyebab nafas bau dan perut sakit!

Kenapa bingung hilangkan bau mulut? Cukup satu sendok ini di pagi hari dan

Namun saat proses pengecekan Covid-19, alat tes swab justru patah di dalam hidung korban.

Dokter yang menanganinya pun langsung mencoba memberikan anastesi ke korban guna mengeluarkan patahan terebut.

Sayangnya, anak laki-laki itu ditinggalkan begitu saja oleh tim medis tanpa penanganan lanjutan.

Korban yang masih di bawah umur pun kehilangan kesadaran lantaran kesulitan bernapas.

Sang bocah pun meninggal dunia 24 jam setelah masuk ke rumah sakit.

Kematian sang anak pun begitu diseali oleh paman sekaligus kuasa hukum korban.

"Anak itu tak punya penyakit kronis. Pada Jumat sore badannya panas lalu dibawa ke rumah sakit oleh ibunya. Meski cuma panas, dia tetap diminta ikut tes swab," ucap sang paman.

Sang paman menyebut, keponakannya kesulitan bernapas lantaran saluran udara di paru-parunya tertutup.


Pria ini mampu membuat pasanganya merasakan kedekatan yang luar biasa dengan teratur

Ternyata, ini penyebab pasangan Anda susah untuk .....

–°ara mudah mengajak pasangan lebih dekat setelah lama tidak ...

"Ketika kami minta agar korban dipindah ke rumah sakit lain, kami harus duduk menunggu ambulans yang tak kunjung datang. Ketika zuhur, korban tak pula dipindahkan, dan justru meninggal dunia," jelasnya.

Dikutip dari Gulf News, ayah korban, Abdullah Al Joufan awalnya menolak upaya anastesi yang dilakukan oknum dokter tersebut. Ia bahkan meminta agar putranya ditangani dokter spesialis.

"Tapi, petugas rumah sakit mengatakan dokter spesialis sedang absen," ucap Abdullah.***