Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PNS Selingkuhi Cewek 20 Tahun Digerebek Istri Sah, Eh Malah Istri yang Minta Maaf ke Pelakor

Kasus PNS di Medan selingkuh dengan cewek 20 tahun digerebek oleh istri sah tengah berduaan di kamar hotel pernah viral di media sosial.


Setelah video penggerebekan PNS di Medan dengan penjaga minimarket itu viral, istri sah yang awalnya marah berubah sikap terhadap cewek pelakor.

Dia mencabut laporan ke polisi dan memaafkan cewek yang selingkuh dengan suaminya.


 
Selain itu, istri PNS di Medan juga minta maaf ke cewek selingkuhan sang suami.

Si istri sah minta maaf ke pelakor dengan membahas masa depan suami juga anak-anaknya.

Sang istri meminta pelakor tersebut untuk bersama-sama dirinya saling memperbaiki.

Namun, si selingkuhan yang merasa dirugikan minta pertanggungjawaban istri sah yang telah menggerebek dirinya dan menghancurkan nama baiknya.

Bagaimana kisah sebenarnya kasus rumit ini, simak berita selengkapnya.

***

Kisah dan drama perselingkuhan oknum aparatur sipil negara (ASN) atau PNS dengan seorang pegawai minimarket di Medan, Sumatera Utara terus bergulir.

Nurul, istri sah dari MY alias Ardi, ASN di Medan yang berselingkuh dengan wanita penjaga minimarket malah meminta maaf kepada selingkuhan suaminya.


 
Fakta ini menjadi babak baru perselingkuhan seorang PNS di Medan yang sempat membuat heboh dunia maya.

Selain meminta maaf, Nurul juga mencabut laporan dia ke Polda Sumut.

Dikutip TribunJatim.com dari TribunMedan.com via Tribunnews.com, ada percakapan yang terjadi antara istri sah dan pelakor tersebut setelah berbagai hal terjadi.

Percakapan antara Jes dan Nurul lewat WhatsApp yang diupload Jes di story instagramnya bernama @zesikaharefaaa.

Berikut isi percakapan antara Zesika dengan Nurul yang berhasil dituliskan.

Zesika: Kapan dibilang Ardy aku l*nte?

Nurul: Semua terbawa emosi. Kakak minta maaf ya de

Zesika: Yang kutanya kapan?

Nurul: Gak ada si Ardy bilang kayak gitu, Kakak aja yang terbawa emosi, maklumlah Zesika. Kakak enggak mau ribut-ribut lagi, yang penting kakak sudah cabut laporan kakak

Zesika: Jadi gimana berita di media?

Nurul: Nanti kita konfrensi pers
Zesika: Kapan?

Nurul: Nanti setelah kita kumpul keluarga

Zesika: Astaga Yatuhan, waktu ud membludak di seluruh Indonesia? Udah di tau orang semua Zesika itu lonte. Baru diklarifikasi setelah jumpa keluarga?

Nurul: Sabar dulu disinikan bukan kakak aja yang salah, gak mungkin ada asap kalau enggak ada api. Kakak pun pusing bagi waktu, anak kakak juga banyak yang mau kakak urus juga. Mohonlah pengertiannya ya Zes

Zesika: Bukan masalah itu kak, kalau itu urusan kakak lah. Buat laporan kesana kesini adanya waktu kakak. Tapi nyelesaian masalah kekgini kakak yang keteteran. Disini yang dipojokkan nama ku bukan nama kalian,

Nurul: Sabarlah ya, si Ardy terpojok juganya atas tuduhan pencabulan. Padahal itu semua terjadi atas dasar mau sama mau, suka sama suka, tapi ya sudahlah. Mana yang bisa kita perbaiki kita perbaiki sama-sama. Nggak ada gunanya kita berdebat. Nasi sudah menjadi bubur

Zesika: Ya itu salah kakaklah. Ngapain buat di berita media. Suami sendiri yang kena, karir diapun jatuh jadinya. Dan satu lagi aku gak ada sengaja buat video atau maksa ngirim video. Kakak sendiri yang minta, terus kenapa kakak bilang Supaya kakak cerai sama suami?, Aku enggak ada bilang gitu ya, kakak sendiri yang minta video itu.

Nurul: Itu makanya kakak bilang mana yang bisa kita perbaiki, ayo kita perbaiki sama-sama

Zesika: Setelah kek gini, baru dibilang kekgini, mati kita

Nurul: Semua masalah pasti ada jalan keluarnya

Zesika: Gak gampang kak enggak, berita digital itu sampai aku mati pun akan bakal terus diingat orang

Nurul: Sama, nama Ardy juga sampai kapan pun diingat orang. Bahkan anak-anak kakak juga yang nanggung akibatnya. Tapi sudah terjadi mau bilang apa.

Saat dikonfirmasi, Kuasa Hukum Jes, Dedi Suheri membenarkan bahwa pihak istri dan PNS Kecamatan Medan Polonia Ardy tersebut meminta perdamaian.

“Kabarnya minta damai lakinya dan istrinya, kedua-duanya ke keluarga besar,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (14/7/2020) lewat sambungan selular.

Ia menyebutkan kliennya Jes belum jadi membuat laporan di Polrestabes Medan terkait kasus pencabulan yang dialami kliennya karena adanya permintaan perdamaian dari Ardy dan istrinya.

Sebelumnya, memang beredar video viral yang heboh lantaran detik-detik seorang perempuan berkerudung melabrak sebuah kamar hotel.

Di dalam kamar tersebut ada suaminya yang berstatus sebagai PNS sedang berselingkuh dengan wanita yang bekerja sebagai penjaga minimarket.

Dalam video yang viral di media sosial, tampak sang istri yang melakukan pengerebakan menangis dan mengamuk.

Bahkan dia nyaris menghajar selingkuhan suaminya, namun suaminya menghalang-halangi.

“Astaghfirullah. Allahuakbar. Tega kau,” ujar sang Istri, dikutip TribunJatim.com, Jumat (3/7/2020).

Sang istri pun terus meronta dan meraih rambut sang selingkuhan.

Rambut sang selingkuhan pun dijambak, dan sang suami terus memisahkan keduanya.

Sedangkan sang selingkuhan terus berusaha menutup wajahnya dengan jaket karena melihat ada yang merekam peristiwa tersebut.

Beberapa karyawan hotel pun datang melerai supaya tidak terjadi lagi pertengkaran diantara pasangan tersebut.

Sang istri terus berusaha menyerang sang selingkuhan.

“Kau tanya laki kau,” ujarnya seraya menutup wajahnya.

Sang istri pun melontarkan hujatan dan makian terhadap wanita selingkuhan tersebut.

Namun emosi si Istri pun yang sempat meluap dapat diredakan, setelah mendengar jerit tangis seorang balita.

Tak lama setelah penggerebakan, sang istri yang berinisial N mendatangi Kantor Camat Medan Polonia, Rabu (1/7/2020) pagi.

Ditemani pengacaranya, N mengaku kedatangannya untuk mencari keberadaan suaminya.

Kepada Tribun Medan, N  menjelaskan bahwa suaminya tersebut bernama MY dan wanita selingkuhanya tersebut bernama Jes.

MY juga diketahui adalah seorang Pegawai Negeri Sipil/Aparat Sipil Negara (PNS/ASN) di Pemkot Medan.

MY bekerja di Kantor Camat Medan Polonia.

“Betul dalam video tersebut saya mencari suami saya. Dia sudah berkali-kali selingkuh sama si Jes***. Sudah berulang kali saya maafkan, tapi terus begitu,” ujar N.

Namun usahanya untuk menemui suaminya gagal.

Sebab, beberapa pegawai kantor Camat Medan Polonia mengatakan jika MY sedang keluar.

Selanjutnya, N ditemani pengacaranya Hans Silalahi SH, MH menuju kantor polisi Polda Sumatera Utara guna melaporkan suami dan selingkuhannya.

“Saya sudah 9 hari pisah rumah sama suami saya. Selama berumah tangga dengan suami, kami udah dikarunia 3 orang anak, dan sebulan saya cuma dikasih uang sebesar Rp.1.800.000. Selama berumah tangga saya tak tau berapa besar gaji suami,” ucap NI.

N mengatakan bahwa suaminya berulang kali selingkuh dengan wanita berinisial Jes tersebut, dan puncaknya adalah saat dia melakukan penggerebekan tersebut.

Dimana dia melihat perselingkuhan suaminya tersebut dengan mata kepala sendiri.

“Udah beberapa kali tahu aku dia selingkuh. Namun kata suami saya dia l****. Saya maafkan masih, tapi ini sudah keterlaluan,” ujarnya.

N menjelaskan bahwa dia mengatahui siapa selingkuhan suaminya tersebut. Wanita tersebut berusia 20 Tahun dan bekerja di minimarket.

“Wanita itu tinggal di Tanjung Morawa sana,” ujarnya.

N mengakui membuat laporan ke polisi karena sudah tak tahan lagi dengan perlakukan dari selingkuhan suaminya tersebut.

Di mana setelah memergoki suaminya selingkuh dengan wanita tersebut, si selingkuhan menantangnya dan mengirimkan video mesum suaminya.

“Setelah ketahuan mereka selingkuh, saya jumpai dia hari Sabtu kemarin. Terus dia kirim video mesum dia sama sama suami saya,” ujarnya.

Kata N, video tersebut sengaja dibuat dan dikirim padanya dengan tujuan membuat N marah dan menceraikan suaminya.

“Video perselingkuhan mereka yang sengaja divideokan dan dikirimkan pada saya,” ujar N dengan linangan air mata.

Kuasa Hukum N, Hans Silalahi mengatakan hubungan haram perbuatan MY dan Jes sudah beberapa kali terjadi, namun kliennya selalu memaafkan suaminya tersebut dengan pertimbangan tiga orang buah hati mereka.

Namun karena sudah berulang kali, N mengaku tak tahan sehingga terjadi pertengkaran dan N sempat tak tinggal serumah dengan MY selama 9 hari.

Atas perlakuan MY, Hans Silalahi meminta Wali kota Medan, agar memecat oknum PNS yang sudah mencoreng nama baik institusi pemerintah.

“Saya juga minta agar kepolisian dan inspektorat Pemkot Medan agar memeriksa laporan keuangan dari kantor Camat Polonia. Soalnya, didapat pengakuan bahwa si Jes selalu menerima uang dari MY. Untuk kasus ini saya akan membuat laporan resmi ke Polda Sumatera Utara,” tegas Hans.

Bersama kuasa hukumnya, N pun resmi membuat laporan ke Poldasu dengan bukti lapor Nomor STTLP/1179/VII/2020/Sumut/SPKT “I” yang diterima oleh KA SPKT, AKBP Drs Benma Sembiring.

Sumber: tribunnews.com