Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meski Tak bisa Melihat, Anak ini Mampu Menghafal Alquran, Masya Allah

Fajrul adalah seorang anak yang tidak bisa melihat (Tunanetra), berusia 12 tahun, dan tinggal di Dusun Palapi, Desa Lamba-Lamba, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Namun, ia kembali menjadi bukti jika di balik kekurangan, selalu ada kelebihan. Fajrul mampu menghafal 30 juz Alquran, serta berhitung cepat.

Kemampuan anak dari pasangan Muhammad Amin dan Surapati ini diketahui melalui video yang diunggah oleh akun Facebook bernama Ariadman Arhy, pada 20 Januari lalu. Kini, video tersebut telah dibagikan sebanyak 292 kali, dan mendapatkan 78 komentar positif.

Seperti dari Nhy Saputri Anhy, “MasyaAllah lancarnya surah Almulk dia baca,” dan Zona Luhulima “Subhanallahu Allahu Akbar.. hebat kamu dik. malu saya dik dgn kemampuan mu yg bisa melafal 30 Juz Al-Quran. doakan kami semua umat muslim di Indonesia dan seluruh dunia. dijauhkan dari marabahaya, penyakit hati, azab kubur dan azab neraka. dan diberikan umur yg berkah dan bermanfaat didalam yg kehidupan yang sementara ini. Amin Ya Robbal Alamin,”.

Kedua mata Fajrul memang tidak berfungsi sejak ia lahir. Kemampuannya menghafal Alquran mulai terlihat saat ia menginjak usia lima tahun.

“Waktu itu dia suka mendengar lantunan ayat Alquran dari headphone, yang diperdengarkan melalui pengeras suara masjid di dekat rumah, karena di masjid belum ada radio,” ungkap Amin, Ayah dari Fajrul, Sabtu (26/1/2019).

Maka, Amin yang melihat putranya memiliki kemampuan lebih pun berinsiatif membelikan alat pemutar suara yang sudah menyimpan lantunan 30 juz Alquran.

“Setelah mendapatkan sedikit uang dari hasil bekerja di tambak, saya memberinya hadiah pemutar suara yang telah diisi bacaan ayat Alquran,” terang Amin.

Sejak mendapat alat pemutar suara berisi lantunan ayat-ayat Alquran, Fajrul mulai belajar menghafal. Menurut Amin, sejak saat itulah Fajrul selalu menggunakan sebagian besar waktunya untuk menghafal Alquran, yang tak lupa selalu ia awali dengan berwudhu.

Masya Allah, semoga kisah Fajrul kali ini kembali menginspirasi, setelah kemarin kita sempat membahas tentang Ahmad dan Kamil, ya. Coba duduk sejenak, dan tanya pada diri kita masing-masing, sudah sampai mana hafalan Alquran kita? Sudah sejauh apa kita memahaminya? Dan seberapa dalam rasa cinta kita pada Alquran?